"Merasai Hangat dan dingin menghantarkannya terjerembab dalam kebinalan yang berulang, sebab tubuh dan perasaannya nya begitu banyak menyerap cerita sedang kepalanya hanya mampu menghakimi hingga betapa banyak pun cerita manis--ia sangatlah halus hingga hanya mampu bersudut di tiap harinya, ia terus bersedih sekaligus berbahagia pada romansa yang dibuat sendiri dalam kepalanya."