Seorang prajurit dalam keadaan penuh luka memeluk erat Sang Pusaka Merah Putih. Dia menangis selama menahan sakit pada tubuh dan hatinya, harus menyaksikan satu per satu rekan seperjuangannya berguguran. Dia berharap tubuhnya bisa menjadi pelindung bagi Sang Pusaka, menjadi tameng yang kokoh. Sambil menyambut kematiannya, dia tersenyum, mempercayai bahwa dia sudah berhasil melindungi Sang Pusaka.
"Mereka gugur dalam kondisi berharap-harap cemas, memperjuangkan kemenangan sambil dirundung rasa khawatir akan kekalahan serta nasib keluarga yang menunggu di rumah. Kini perang sudah usai, Indonesia sudah damai. Apakah berita ini sudah tersampaikan pada mereka yang melakukan perjalanan menuju peristirahatan terakhir?"