27 April 2008, tumor ganas dan beberapa penyakit lainnya menyerang beliau. Seorang kepala keluarga yang menafkahi istri dan lima orang anaknya.
Pagi sekitar pukul 07.00 WIB anak ke-3 nya bangun dan menyadari ibunya sudah pulang dari rumah sakit, bukan dengan kabar gembira akan tetapi sebaliknya. Diruang tengah sudah terbujur kaku dengan kapas menutupi hidung dan kain melingkar dari dagu hingga atas kepala, anak ke-3 menangis ketika menyadari bahwa yang terbaring disana adalah "papa".
Setelah dzuhur di TPU Kramatjati beliau dimakamkan.
Watercolor on Paper, 2021